LPK Kaizu Hamagi Gakkou Rayakan HUT Ke-3, Lepas 30 Siswa Bekerja ke Jepang
Bengkulu – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaizu Hamagi Gakkou merayakan hari jadinya yang ke-3 dengan menggelar pelepasan 30 siswa yang akan berangkat bekerja ke Jepang, Rabu (11/6). Kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen lembaga dalam mencetak sumber daya manusia Bengkulu yang siap bersaing di pasar kerja internasional.
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu Syarifudin, Ketua Koperasi Ahsani Karya, General Manager RBTV, serta sejumlah tamu undangan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan Koperasi Ahsani Karya untuk memperkuat akses pembiayaan bagi peserta pelatihan.
Ketua LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, mengatakan peringatan hari jadi ketiga menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bahasa serta keterampilan kerja bagi generasi muda Bengkulu.
“Kami berusaha memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di dunia kerja, khususnya di Jepang,” ujar Afrianto.
Ia menjelaskan, LPK Kaizu Hamagi Gakkou berdiri berawal dari keprihatinan terhadap minimnya akses pelatihan bahasa Jepang di Bengkulu. Berawal dari kegiatan sederhana di rumah, lembaga tersebut kini berkembang menjadi salah satu tempat pelatihan yang mempersiapkan calon pekerja migran secara profesional.
Menurutnya, tujuan utama pendirian LPK adalah memberikan kesempatan kepada pemuda-pemudi Bengkulu memperoleh pelatihan berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk belajar di Pulau Jawa. Karena itu, pihaknya terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, swasta, hingga sektor perbankan.
“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan berbagai instansi, baik pemerintah, swasta, maupun perbankan, terus diperkuat sehingga semakin banyak anak-anak Bengkulu yang dapat mengikuti pelatihan dan berangkat bekerja ke Jepang,” kata Afrianto.
Sejak mulai membuka pelatihan pada 2022, LPK Kaizu Hamagi Gakkou telah memberangkatkan sekitar 60 peserta ke Jepang. Pada momentum HUT ke-3 ini, sebanyak 30 siswa kembali dilepas untuk bekerja di berbagai sektor, termasuk sektor peternakan.
“Kami ingin membantu anak-anak Bengkulu agar bisa berangkat ke Jepang secara legal, terlatih, dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujar Afrianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Syarifudin, memberikan apresiasi atas kontribusi LPK Kaizu Hamagi Gakkou dalam membuka peluang kerja ke luar negeri melalui jalur yang legal dan terstruktur.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia. Ke depan, berbagai layanan seperti pengurusan dokumen hingga pemeriksaan kesehatan (medical check-up) akan tersedia di Bengkulu sehingga memudahkan masyarakat.
“Kami sangat mendukung inisiatif seperti ini. Layanan-layanan untuk pekerja migran Indonesia, seperti pengurusan dokumen dan medical check-up, akan mulai dilayani di Bengkulu,” ujar Syarifudin.
Ia juga berpesan kepada para siswa yang akan berangkat agar menjaga nama baik Indonesia, tetap menjalin komunikasi dengan keluarga, serta mengelola penghasilan secara bijak.
“Meskipun nantinya kalian sudah berangkat ke Jepang, jangan melupakan jasa orang tua di Bengkulu dan tetap jaga komunikasi dengan keluarga di rumah,” tutur Syarifudin.

Komentar (0)